Carlo Ancelotti menolak italia akhirnya menjelaskan keputusan besarnya setelah namanya masuk dalam daftar kandidat pelatih tim nasional Italia. Meski mendapat kesempatan untuk menangani negara kelahirannya, pelatih berusia 67 tahun tersebut memilih tetap bersama Brasil dan melanjutkan proyek yang telah dimulainya bersama Konfederasi Sepak Bola Brasil atau CBF.
Keputusan itu cukup mengejutkan karena posisi pelatih Italia mempunyai hubungan emosional dengan perjalanan karier Ancelotti. Ia pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Azzurri di bawah Arrigo Sacchi pada periode 1992 hingga 1995. Ancelotti bahkan ikut mengantarkan Italia mencapai final Piala Dunia 1994 sebelum kalah dari Brasil melalui adu penalti.
Lebih dari tiga dekade kemudian, Ancelotti mendapat kesempatan kembali ke tim nasional Italia dengan status yang jauh berbeda. Kali ini, namanya dipertimbangkan sebagai pelatih utama yang diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Azzurri.
Italia Memulai Pencarian dari Ancelotti
Pendekatan terhadap Ancelotti dikonfirmasi oleh Paolo Maldini ketika masih menjabat sebagai direktur teknik tim nasional Italia. Maldini mengungkapkan bahwa pihak federasi lebih dahulu menghubungi Ancelotti sebelum berbicara dengan mantan pelatih Manchester City, Pep Guardiola.
Menurut Maldini, Italia ingin memulai pencarian dengan mempertimbangkan sejumlah pelatih terbaik dunia. Reputasi Ancelotti membuat namanya berada di urutan teratas setelah federasi harus mencari pengganti Gennaro Gattuso.
Italia sedang menghadapi periode yang sangat sulit. Negara yang pernah empat kali menjuarai Piala Dunia itu gagal lolos ke turnamen tersebut dalam tiga edisi secara beruntun. Kondisi tersebut membuat federasi membutuhkan lebih dari sekadar pelatih baru. Mereka memerlukan sosok berpengalaman yang mampu membangun kembali kepercayaan diri pemain sekaligus memperbaiki struktur sepak bola nasional. Reuters.
Carlo Ancelotti Menolak Italia dianggap memenuhi hampir seluruh kriteria tersebut. Ia telah menjuarai liga di lima kompetisi top Eropa dan meraih berbagai gelar bergengsi bersama AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, Bayern Munchen, serta Real Madrid.
Namun, pengalaman dan hubungan emosionalnya dengan Italia ternyata belum cukup untuk membuat Ancelotti meninggalkan Brasil.
Bukan Masalah Kontrak atau Uang
Dalam wawancara bersama ESPN, Ancelotti menegaskan bahwa keputusannya tidak berkaitan dengan nilai kontrak. Alasan utamanya adalah komitmen yang telah diberikan kepada CBF dan masyarakat Brasil.
Ancelotti merasa diterima dengan sangat baik sejak datang untuk menangani Selecao. Kesempatan yang diberikan CBF menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk tetap bertahan, terutama ketika Brasil sedang memasuki periode transisi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Federasi Sepak Bola Italia atas pendekatan yang dilakukan. Namun, menurut Ancelotti, melanjutkan pekerjaannya bersama Brasil merupakan keputusan yang benar dan adil terhadap institusi yang telah memberinya kepercayaan.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Ancelotti tidak ingin meninggalkan proyek hanya karena datang tawaran yang memiliki daya tarik emosional lebih besar. Ia memilih menghormati komitmen profesional yang telah dibangun bersama CBF. World Soccer Talk.
Kegagalan Piala Dunia Tidak Mengubah Komitmen
Keputusan Ancelotti bertahan terasa semakin penting karena Brasil baru saja mengalami hasil mengecewakan pada Piala Dunia 2026. Perjalanan mereka berhenti di babak 16 besar setelah dikalahkan Norwegia.
Kegagalan tersebut sempat memunculkan pertanyaan mengenai masa depan Ancelotti. Brasil selalu datang ke Piala Dunia dengan target menjadi juara, sehingga tersingkir pada fase awal tentu dianggap tidak memenuhi harapan.
Namun, CBF memilih mempertahankannya. Ancelotti juga tidak menunjukkan tanda ingin meninggalkan tanggung jawab tersebut. Sebaliknya, ia berbicara mengenai dimulainya siklus baru untuk membangun skuad Brasil menuju agenda berikutnya.
Ancelotti memahami bahwa Brasil membutuhkan regenerasi, keseimbangan permainan, dan identitas yang lebih kuat. Sejumlah pemain senior mulai mendekati akhir perjalanan di level internasional, sedangkan generasi baru perlu mendapatkan peran lebih besar.
Kontrak Ancelotti bersama CBF dilaporkan telah diperpanjang sampai Juni 2030. Dengan demikian, ia diproyeksikan memimpin proses transisi Brasil menuju Copa America 2028 dan Piala Dunia 2030.
Kesempatan Istimewa yang Dilewatkan
Menangani Italia mungkin menjadi penutup sempurna bagi perjalanan Ancelotti. Ia lahir di Reggiolo, pernah bermain untuk tim nasional Italia, dan mengawali karier kepelatihan internasionalnya sebagai asisten Azzurri.
Meski demikian, Ancelotti tampaknya tidak melihat keputusan ini hanya dari sisi nostalgia. Ia masih mempunyai pekerjaan yang belum selesai bersama Brasil. Kegagalan pada Piala Dunia 2026 justru menjadi alasan tambahan untuk bertahan dan memperbaiki tim, bukan kesempatan untuk pergi.
Sikap tersebut sesuai dengan karakter Ancelotti sepanjang kariernya. Ia dikenal tenang, tidak mudah mengambil keputusan berdasarkan tekanan sesaat, dan mempunyai kemampuan menjaga hubungan baik dengan pemain maupun pengurus klub.
Keputusan bertahan juga memberikan stabilitas bagi Brasil. Mengganti pelatih setelah Piala Dunia dapat memaksa tim memulai kembali dari awal, sedangkan mempertahankan Ancelotti memungkinkan CBF melanjutkan rencana regenerasi yang telah disusun.
Italia Akhirnya Kembali kepada Roberto Mancini
Setelah gagal mendapatkan Ancelotti dan tidak mencapai kesepakatan dengan beberapa kandidat lain, Italia akhirnya menunjuk Roberto Mancini untuk menjalani periode keduanya sebagai pelatih Azzurri.
Mancini sebelumnya menangani Italia dari 2018 sampai 2023 dan mempersembahkan gelar Euro 2020. Dalam struktur baru, Claudio Ranieri ditunjuk sebagai direktur teknik untuk membantu proses pembangunan kembali sepak bola Italia.
Penunjukan Mancini mengakhiri pencarian yang penuh perubahan, tetapi keputusan Ancelotti tetap menjadi salah satu bagian paling menarik. Ia mempunyai kesempatan menangani negara sendiri ketika Italia membutuhkan seorang penyelamat, tetapi memilih bertahan di tempat yang telah memberinya kepercayaan.
Bagi Ancelotti, keputusan itu bukan bentuk penolakan terhadap Italia. Ia hanya memilih menepati komitmen kepada Brasil. Kini tantangannya adalah membuktikan bahwa kesetiaan tersebut dapat menghasilkan kebangkitan Selecao dan membawa mereka kembali menjadi kekuatan utama dunia. rumaholahraga.com